Tampilkan postingan dengan label Amerika. Tampilkan semua postingan
Barack Hussein Obama mencatatkan dirinya sebagai presiden kulit hitam pertama di Amerika Serikat (AS) untuk periode 2009 hingga pemilu presiden yang akan berlangsung pada November 2012 mendatang. Menjabat sebagai Presiden AS ke-44 dengan sejumlah persoalan yang diwarisi oleh pendahulunya tentu bukan hal yang mudah bagi lulusan Columbia University ini.
Dalam bidang domestik, Obama harus menghadapi kenyataan bahwa situasi perekonomian AS yang diwarisi oleh Presiden Bush tidak berada dalam kondisi yang stabil. Obama juga masih harus bekerja keras dalam membangun kebijakan luar negerinya, terutama terkait persoalan Irak dan Afghanistan yang hingga kini masih terus mengalami pergolakan meski jumlah pasukan AS telah berkurang di dua negara itu.
Prestasi Obama lainnya adalah pada 2006 lalu Obama berhasil membuka hubungan diplomatik dengan Iran dan Suriah serta mememilih untuk mengedepankan upaya diplomasi dalam penyelesaian nuklir Iran. Dalam kepemimpinan ayah dari dua orang putri ini juga dinilai meraih prestasi tertinggi ketika pasukan Angkatan Laut AS berhasil menemukan dan melakukan penyergapan di tempat persembunyian teroris nomor satu yang paling dicari yakni Osama bin Laden.
Sejak menjabat sebagai Senator Illinois, Obama telah menunjukkan kebijakannya yang mengedepankan perdamaian dengan menyerukan dunia tanpa senjata nuklir
Nama Lengkap : Willard Mitt Romney
Alias : Mitt
Kategori : Politikus
Agama : Kristen
Tempat Lahir : Detroit, Michigan, Amerika Serikat
Tanggal Lahir : Rabu, 12 Maret 1947
Zodiac : Pisces
Hobby :
Warga Negara : Amerika Serikat
Ribuan massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Timur menggelar demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu, untuk menolak rencana kedatangan tiga kapal perang AS pada 28 Mei 2012.
"Hari ini, rakyat Mesir menyelesaikan pemilihan bersejarah yang berlangsung dua hari dalam putaran pertama pemilihan presiden mereka, yang menandai tonggak penting lainnya dalam transisi mereka menuju demokrasi," tandas mantan ibu negara AS itu.
Saat ini penghitungan suara tengah dilakukan menyusul pemilu yang digelar pada 23-24 Mei. Sekitar 50 juta pemilih menggunakan hak suara mereka untuk memilih pengganti presiden terguling Hosni Mubarak. Para pemilih harus memilih satu di antara 13 kandidat.
Di antara para kandidat tersebut adalah, mantan Menlu Mesir dan kepala Liga Arab Amr Mussa, yang dipandang sebagai politikus dan diplomat berpengalaman. Ada pula kandidat dari Ikhwanul Muslimin, Mohammed Mursi serta Abdel Moneim Abul Fotouh, mantan anggota gerakan Islamist yang menyebut dirinya sebagai pilihan bersama.
Hasil awal penghitungan suara diperkirakan baru akan diketahui pada Minggu, 27 Mei waktu setempat. Jika tak ada kandidat yang meraih suara mayoritas dalam pilpres putaran pertama ini, maka dua kandidat teratas akan berhadapan dalam putaran kedua yang akan digelar bulan depan.
The Times Of Israel melaporkan bahwa stasiun berita TV lokal menyiarkan berita bahwa pejabat Washington tengah melakukan pembahasan maraton seputar keprihatinan bahwa Israel akan menyerang Iran sebelum pemilu AS pada November.
Sumber Washington yang tak ingin diungkap namanya, mengatakan kepada Channel 10 bahwa kecemasan atas bergabungnya Kadima dalam Koalisi kian memperkuat dukungan melakukan serangan pencegahan dengan tujuan menghentikan kegiatan nuklir Iran. Kecemasan itu terkait kemungkinan besar pimpinan Kadima, Shaul Mofaz menyetujui serangan semacam itu.
Laporan juga menambahkan bahwa pejabat AS meyakini pemilu Israel yang digelar lebih awal bisa menahan F-15 untuk tetap diparkir di hanggar pesawat pinggir pantai. Namun kecemasan murni didorong situasi dukungan politik di Israel, hanya sedikit kemungkinan untuk menghentikan Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu memerintahkan gempuran.
Pada dasarnya AS berpikir pemilu Israel yang digelar September akan menghambat kemungkinan serangan. Tapi kini spekulasi itu mulai surut. Media Israel, Arut Sheva juga menguatkan indikasi lewat kutipan Menteri Pertahanan Israel yang mengingatkan, "Sepanjang Iran masih memiliki ancaman terhadap Israel dengan program nuklirnya, semua opsi bisa dipilih."
Menanggapi situasi itu, Presiden AS, Barack Obama, berkomentar, "Saya meyakini situasi ini dipahami dengan baik oleh Washington DC, begitu juga di Yerusalem selama keberadaan ancaman terhadap rakyat kita ada, maka semua pilihan untuk mencegah Iran untuk mencapai tingkat senjata nuklir tetap terbuka,"
"(Namun) saya juga memiliki cukup pengalaman bahwa tujuan nuklir untuk militer tidaklah mudah," imbuh Barak. "Prosesnya sangat rumit dan memiliki risiko tertentu. Namun Republik Islam radikal, Iran, dengan senjata nuklir, jauh lebih berbahaya bagi kawasan dan juga dunia.:
Arut Sheva dalam laporannya menyebut ucapan Presiden Obama menunjukkan posisinya kian melunak terhadap kegiatan pengayaan uranium Iran
Keterbukaan Obama untuk membolehkan Iran mengayakan uranium hingga lima presen, mendapat penentangan keras dari Netanyahu. Pada April lalu pemimpin Israel itu menyatakan. "Mereka harus menghentikan total semua pengayaan, meski hanya tiga persen uranium."

Sebuah tim ahli FBI memeriksa bom canggih Al Qaeda untuk mencari tahu apakah itu bisa tergelincir keamanan bandara dan dibawa turun pesawat komersial, kata para pejabat AS.
Para pejabat mengatakan alat ini tidak mengandung logam, yang berarti mungkin bisa melewati detektor logam bandara. Namun, tidak jelas apakah scanner tubuh baru yang digunakan dalam banyak bandara akan mendeteksinya.
Calon Presiden Amerika Serikat yang ke-45
Posted by HIMIPOL UNIMAL on Jumat, 31 Agustus 2012
| Barack Obama (Partai Demokrat) dan Willard Mitt Romney (Partai Republik) adalah Kandidat Calon Presiden Amerika Serikat yang ke 45 |
Biodata:
- Barack Obama
| Lahir | 4 Agustus 1961 (umur 51) Honolulu, Hawaii | |
|---|---|---|
| Kebangsaan | Amerika Serikat | |
| Partai politik | Demokrat | |
| Suami/istri | Michelle Obama | |
| Anak | Malia Obama Sasha Obama | |
| Alma mater | Occidental College Columbia University Universitas Harvard | |
| Agama | Orthodox |
| Tanda tangan | |
|---|---|
| Situs web | http://www.barackobama.com |
Barack Hussein Obama mencatatkan dirinya sebagai presiden kulit hitam pertama di Amerika Serikat (AS) untuk periode 2009 hingga pemilu presiden yang akan berlangsung pada November 2012 mendatang. Menjabat sebagai Presiden AS ke-44 dengan sejumlah persoalan yang diwarisi oleh pendahulunya tentu bukan hal yang mudah bagi lulusan Columbia University ini.
Dalam bidang domestik, Obama harus menghadapi kenyataan bahwa situasi perekonomian AS yang diwarisi oleh Presiden Bush tidak berada dalam kondisi yang stabil. Obama juga masih harus bekerja keras dalam membangun kebijakan luar negerinya, terutama terkait persoalan Irak dan Afghanistan yang hingga kini masih terus mengalami pergolakan meski jumlah pasukan AS telah berkurang di dua negara itu.
Prestasi Obama lainnya adalah pada 2006 lalu Obama berhasil membuka hubungan diplomatik dengan Iran dan Suriah serta mememilih untuk mengedepankan upaya diplomasi dalam penyelesaian nuklir Iran. Dalam kepemimpinan ayah dari dua orang putri ini juga dinilai meraih prestasi tertinggi ketika pasukan Angkatan Laut AS berhasil menemukan dan melakukan penyergapan di tempat persembunyian teroris nomor satu yang paling dicari yakni Osama bin Laden.
Sejak menjabat sebagai Senator Illinois, Obama telah menunjukkan kebijakannya yang mengedepankan perdamaian dengan menyerukan dunia tanpa senjata nuklir
- Willard Mitt Romney
Alias : Mitt
Kategori : Politikus
Agama : Kristen
Tempat Lahir : Detroit, Michigan, Amerika Serikat
Tanggal Lahir : Rabu, 12 Maret 1947
Zodiac : Pisces
Hobby :
Warga Negara : Amerika Serikat
Willard Mitt Romney merupakan seorang pebisnis dan politikus Amerika di bawah naungan Partai Republik. Saat ini ia adalah kandidat terkuat dari Partai Republik untuk maju dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2012. Sebelumnya, ia juga menjadi salah satu nominasi untuk mewakili Partai Republik dalam pemilu tahun 2008, namun ia kalah dari John McCain dalam pemilihan pendahuluan.
Pria yang akrab disapa Mitt ini lahir di Detroit, Michigan pada tanggal 12 Maret 1947. Ia menempuh pendidikan strata satunya di Brigham Young University, kemudian melanjutkan ke Harvard University. Di salah satu universitas bergengsi di dunia itu, ia sukses meraih gelar MBA dan Juris Doctor. Mitt Romney mengawali karirnya di dunia bisnis dengan menjadi salah satu konsultan di Boston Consulting Group (BCG), sebuah perusahaan pelayanan jasa konsultasi manajemen yang terletak di Massachusetts. Lalu di tahun 1977, ia bergabung bersama Bain & Company di Boston yang juga merupakan perusahaan konsultasi manajemen. Ketika bekerja di sana, ia menjadi salah satu pendiri Bain Capital, industri yang bergerak dalam jasa finansial dan manajemen investasi, di tahun 1984. Ia kemudian ditunjuk sebagai CEO Bain & Company tahun 1991-1992.
Romney memulai kiprahnya di bidang politik dengan bergabung bersama Partai Republik di tahun 1993 dan maju ke Pemilihan Senat Amerika Serikat di Massachusetts di tahun berikutnya. Dalam pemilihan tersebut, ia kalah suara. Di tahun 2002, ia masuk ke dalam pencalonan gubernur Massachusetts dan berhasil menang. Ia pun menduduki jabatan sebagai Gubernur Massachusetts periode 2003-2007. Ia kemudian menyatakan partisipasinya menjadi salah satu nominasi wakil Partai Republik untuk maju dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat tahun 2008, tetapi ia kembali kalah suara. Pada bulan April 2011, ia mengumumkan keikutsertaannya lagi sebagai salah satu kontestan dalam pemilihan pendahuluan calon presiden dari Partai Republik untuk pemilu 2012. Dalam pemilihan pendahuluan yang tengah berlangsung saat ini, Romney unggul untuk sementara waktu dari rival-rivalnya dan diyakini akan menjadi lawan Presiden Obama dalam pemilu 2012 ini.
Editor: Safrizal
Referensi
HTI tolak kedatangan kapal perang Amerika di Surabaya
Posted by HIMIPOL UNIMAL on Minggu, 27 Mei 2012
Salah seorang koordinator aksi, Abdul Karim, mengatakan kedatangan tiga kapal perang AS itu akan membawa 831 personel untuk melakukan bakti sosial di Madura serta latihan bersama dengan 1.244 personel TNI AL di Pantai Banongan, Situbondo pada tanggal 2--5 Juni mendatang.
"Itu merupakan awal dari intervensi militer negara imperialis AS ke dalam wilayah negara Indonesia. Hal ini dilakukan AS untuk memperkuat intervensinya di bidang politik dan ekonomi khususnya yang telah lebih dahulu dilakukan," katanya di depan Gedung Grahadi, Surabaya, kemarin Sabtu (26/5).
Menurut dia, AS tentu tidak ingin kepentingan politik dan ekonomi yang sangat besar di Indonesia mendapat gangguan. Maka dari itu, lanjut dia, AS ingin memastikan bahwa semua kepentingan itu dijamin keberlangsungannya, dan setiap ancaman, hambatan dan gangguan dapat diatasi sejak dini.
"Di sinilah sesungguhnya makna strategis dari kehadiran tiga kapal perang AS dan latihan perang yang hendak mereka lakukan," kata pengurus HTI lainnya, Khairi Sulaiman menambahkan.
Khairi Sulaiman mengatakan, dalam hal ini, HTI menyerukan solusi praktis, tegas, dan jelas supaya Indonesia bisa lepas secara penuh dari cengkraman intervensi asing, khususnya AS, yakni dengan menyerukan kepada umat Islam untuk sungguh-sungguh berjuang bagi tegaknya kembali syariah dan khilafah.
"Karena syariahlah yang benar-benar akan mewujudkan kebaikan dan kemerdekaan, menggantikan sekularisme dan kapitalisme, sedangkan khilafah akan benar-benar melindungi seluruh negeri muslim, termasuk Indonesia, dari intervensi kekuatan asing dalam segala bentuknya," katanya
Dalam aksinya kali ini, HTI membawa tiga poin tuntutan, diantaranya menolak kehadiran kapal perang AS karena dianggap betuk awal intervensi, serta menyerukan kepada Pemerintah Indonesia agar tidak melanjutkan rencana latihan perang bersama tentara AS.
Sementara itu menurut Muhammad Ismail Yusanto selaku juru bicara aksi mengatakan, bahwa kedatangan kapal perang AS tersebut, selain sebagai bentuk awal intervensi, juga telah merugikan para pengusaha. pasalnya kedatanagn tiga kapal perang AS tersebut akan menutup salah satu pelabuhan dagang Tanjung perak surabaya selama beberapa hari.
"Rencana Kehadiran kapal perang AS itu, sudah tentu merugikan para pelaku usaha karena akan ada penutupan pelabuhan selama beberapa hari. selain itu poin penting adalah rencana kedatangan kapal perang adalah bentuk awal intervensi militer untuk mengkokohkan dominasi politik dan Ekonomi AS di Indonesia. untuk itu, harus kita tolak," ujarnya
Seperti diberitakan sebelumnya, tiga kapal perang USA yang membawa 831 personel, masing-masng Kapal US CG WAESCHE, US Navy USS Vandegrift FFG-48, dan USS GPN LSD 42. (bilal/arrahmah.com)
Barack Obama Sering Hisap Ganja saat SMA, Tapi Tes Kesehatan Capres AS Kok Lulus Ya !
Posted by HIMIPOL UNIMAL on Sabtu, 26 Mei 2012
![]() |
| Ilustrasi, FOTO by Google |
Presiden Amerika Serikat Barack Obama ternyata pernah melalui masa-masa nakal saat remaja. Saat SMA, Obama diceritakan sering menghisap ganja bersama gengnya. Dia bahkan menciptakan teknik penghisapan khusus dalam menikmati daun haram tersebut.
Kisah ini tercantum dalam biografi terbaru Obama yang ditulis oleh David Maraniss, "Barack Obama: The Story". Daily Mail, Sabtu 26 Mei 2012, menuliskan bahwa dalam buku tersebut dikatakan Obama memiliki geng penghisap ganja yang bernama Choom Gang, bahasa slang dari menghisap mariyuana.
Kisah ini tercantum dalam biografi terbaru Obama yang ditulis oleh David Maraniss, "Barack Obama: The Story". Daily Mail, Sabtu 26 Mei 2012, menuliskan bahwa dalam buku tersebut dikatakan Obama memiliki geng penghisap ganja yang bernama Choom Gang, bahasa slang dari menghisap mariyuana.
Obama disebutkan menciptakan teknik penghisapan ganja khusus di geng tersebut. Salah satunya disebut 'penghisapan total.' Dalam teknik ini, anggota geng harus menghisap dan menahan asap ganja di tubuh mereka sedikit lebih lama. Jika terlalu cepat dikeluarkan, maka akan kena penalti, yaitu dilewatkan saat putaran penghisapan berikutnya.
Teknik lainnya yang dia ciptakan adalah "menghisap atap." Teknik ini dilakukan di dalam mobil VW Combi salah satu anggota yang dinamakan Choomwagon dengan seluruh kaca tertutup saat pesta ganja. Ini dilakukan agar tidak ada asap yang terbuang sia-sia. Ketika ganja telah terhisap habis, mereka akan menghisap sisa-sisa asap di dalam mobil.
"Menyia-nyiakan asap yang bagus tidak bisa ditoleransi," kata seorang teman lama Obama dalam buku tersebut.
Dalam buku tersebut juga dikatakan bahwa Obama terkadang serakah dalam menghisap ganja. Dia berkali-kali menyerobot giliran dan menghisap beberapa kali. "Dia sering memasukkan sikutnya dan berteriak 'intersepsi' dan menghisap lagi," tulis Maraniss.
Kisah ini terjadi di masa-masa SMA Obama di sekolah Punahou, Honolulu, Hawaii dan Occidental College di Los Angeles. Dalam biografi sebelumnya yang berjudul Dream of My Father, Obama mengakui sendiri bahwa dia pernah menghisap ganja.
Namun Maraniss mengatakan dalam bukunya bahwa Obama kala itu bukanlah tipe pelajar pecandu yang tergila-gila pada ganja. Seluruh anggota Choom Gang, tulisnya, tumbuh menjadi orang-orang sukses. Selain Obama yang menjadi Presiden, beberapa anggota dilaporkan telah menjadi pengacara, penulis dan pengusaha.
Editor: Safrizal
Sumber: vivanews.com
AS Ucapkan Selamat Atas Pemilu Bersejarah Mesir
Posted by HIMIPOL UNIMAL on Jumat, 25 Mei 2012
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton mengucapkan selamat kepada Mesir yang telah menggelar pemilihan presiden bersejarah. Pemerintah AS pun siap bekerja sama dengan pemerintahan baru di Kairo, Mesir.
"Kami menantikan untuk bekerja sama dengan pemerintahan Mesir yang terpilih secara demokratis," kata Hillary dalam statemen yang dirilis juru bicaranya seperti diberitakan AFP, Jumat (25/5/2012).
"Kami menantikan untuk bekerja sama dengan pemerintahan Mesir yang terpilih secara demokratis," kata Hillary dalam statemen yang dirilis juru bicaranya seperti diberitakan AFP, Jumat (25/5/2012).
"Hari ini, rakyat Mesir menyelesaikan pemilihan bersejarah yang berlangsung dua hari dalam putaran pertama pemilihan presiden mereka, yang menandai tonggak penting lainnya dalam transisi mereka menuju demokrasi," tandas mantan ibu negara AS itu.
Saat ini penghitungan suara tengah dilakukan menyusul pemilu yang digelar pada 23-24 Mei. Sekitar 50 juta pemilih menggunakan hak suara mereka untuk memilih pengganti presiden terguling Hosni Mubarak. Para pemilih harus memilih satu di antara 13 kandidat.
Di antara para kandidat tersebut adalah, mantan Menlu Mesir dan kepala Liga Arab Amr Mussa, yang dipandang sebagai politikus dan diplomat berpengalaman. Ada pula kandidat dari Ikhwanul Muslimin, Mohammed Mursi serta Abdel Moneim Abul Fotouh, mantan anggota gerakan Islamist yang menyebut dirinya sebagai pilihan bersama.
Hasil awal penghitungan suara diperkirakan baru akan diketahui pada Minggu, 27 Mei waktu setempat. Jika tak ada kandidat yang meraih suara mayoritas dalam pilpres putaran pertama ini, maka dua kandidat teratas akan berhadapan dalam putaran kedua yang akan digelar bulan depan.
Sumber: http://news.detik.com
Bila Islam Musuh Yang Wajib Dihancurkan, Maka Amerika Akan Bom Makkah dan Madinah?
Posted by HIMIPOL UNIMAL on Sabtu, 12 Mei 2012
| Amerika Serikat terungkap akan menghancurkan Kota Makkah dan Madinah. |
Meski Arab Saudi disebut-sebut sebagai salah satu sekutu utama Amerika Serikat, ternyata negeri Paman Sam itu memiliki agenda tersembunyi untuk menghancurkan dua kota suci umat Islam yang berada di Saudi, Makkah dan Madinah. Kabar itu terungkap setelah materi kursus militer untuk para perwira AS bocor ke media massa.
Seperti dilaporkan Associated Press, Jumat (11/5), dalam salah satu kursus militer yang digelar Pentagon, Amerika mendoktrin para perwira AS masa depan, bila Islam adalah musuh yang wajib dihancurkan. Karena itu, Amerika mengagendakan bakal menghancurkan tempat-tempat suci umat Islam, yakni Makkah dan Madinah --kota tempat Ka'bah dan makam Nabi Muhammad SAW berada-- dengan bom atom. AS bakal melontarkan bom atom ke Makkah dan Madinah laiknya saat mereka membumihanguskan Kota Hirosima dan Nagasaki di Jepang pada Perang Dunia II.
The Guardian melaporkan, pelatihan selama satu tahun yang digelar di Sekolah Gabungan Angkatan Bersenjata AS di Norfolk, negara bagian Virginia itu, merupakan upaya Amerika mendapatkan para prajurit dan pemimpin masa depan yang bakal melakukan perang total terhadap 1,4 miliar umat Islam di seluruh dunia. Ini yang mengesalkan, dalam pelatih itu para perwira diminta tidak mempedulikan berapa banyak nyawa warga sipil Muslim yang bakal melayang.
Instruktur Angkatan Darat AS yang mengajar dalam pelatihan itu, Letkol Mattew Dooley menyatakan, dirinya tidak percaya ada konsep Islam moderat. Dooley mengatakan, agama Islam dan para pengikutnya masuk dalam kategori musuh yang dapat mengancam eksistensi AS.
"Mereka (Muslim) membenci segala hal tentang kamu (warga Amerika) dan tidak akan mau hidup berdampingan dengan kamu hingga kamu lenyap," ungkap Dooley dalam sebuah presentasi Juli 2011 lalu, seperti dilaporkan AP.
Dooley juga memprovokasi, teori perang yang ditetapkan dalam Konvensi Jenewa sudah tidak relevan dengan teori perang sesungguhnya. "Ini membuka opsi baru, di mana perang dengan penduduk sipil boleh dilakukan, jika diperlukan. Sebab, sudah ada sejarahnya seperti Tokyo, Hiroshima, dan Nagasaki," kata Dooley.
Skenario Amerika berikutnya adalah ingin menjadikan Saudi terancam kelaparan dan Islam. Meski awalnya menutup-nutupi pelatihan tersebut, Pentagon akhirnya menghentikan kursus tersebut. AP melaporkan, penghentian kursus tersebut diawali protes seorang perwira yang menilai materi kursus bertentangan dengan pernyataan pemimpin AS tahun lalu, yang mengatakan AS memerangi kelompok fundamentalis Islam, bukan memerangi ajaran Islam.
Pentagon pun memerintahkan penyidikan materi kursus militer tersebut. Akhirnya, para petugas termasuk instruktur kursus, Dooley diskor Pentagon. Tapi mereka tidak dipecat.
Sejatinya, pelatihan militer bagi perwira AS yang menargetkan umat Islam bukan kali ini saja. Tahun lalu terkuat, FBI menghentikan kursus militer serupa. Seperti kata pepatah, serapat-rapatnya bangkai ditutupi, akhirnya tercium juga. Meski Pentagon dan Gedung Putih berusaha menutup rapat niat jahat tersebut, rencana membumihanguskan kaum Muslimim yang ingin hidup di dalam naungan syariat Islam dan menolak sistem yang coba diterapkan AS terungkap juga.
Sementara situs eramuslim.com mengabarkan bahwa sebuah kelompok advokasi Muslim AS terkemuka menyerukan kepada Departemen Pertahanan (DoD) untuk memberhentikan instruktur yang mengajar para perwira, bahwa hanya "perang total" terhadap Islam yang akan melindungi Amerika, sembari mengecam adanya ajaran untuk penggunaan taktik ala "Hiroshima" untuk melenyapkan kota-kota suci umat Islam Makkah dan Madinah.
"Sangat penting bahwa mereka yang mengajar para pemimpin masa depan militer kita untuk berperang bukan hanya pada musuh teroris, tetapi pada ajaran Islam itu sendiri mereka juga harus bertanggung jawab," kata Nihad Awad, Direktur Eksekutif Nasional dari Council on American-Islamic Relations (CAIR ), menulis dalam sebuah surat kepada Menteri Pertahanan Leon Panetta.
"Informasi ini sangat mengejutkan dan benar-benar tidak sejalan dengan nilai-nilai lama dari salah satu lembaga negara kita yang paling dihormati," ujar Nihad.
CAIR telah memperbaharui kekhawatiran mereka setelah majalah Wired mengungkapkan rincian bahwa program DoD bagi para pemimpin militer AS di masa depan ditangguhkan.
Pentagon menunda program pelatihan setelah bahan studi pelatihan diposting secara online yang menyarankan bahwa Makkah dan Madinah mungkin harus dilenyapkan.
"Kami sekarang mulai memahami bahwa tidak ada yang namanya 'Islam moderat'," kata laporan Wired.
"Oleh karena itu waktu bagi Amerika Serikat untuk membuat hal ini menjadi jelas. Ideologi barbar ini tidak bisa lagi ditoleransi. Islam harus berubah atau kita akan memfasilitasi kehancuran diri mereka sendiri."
Kursus militer untuk para perwira ini juga mendesak penggunaan taktik "Hiroshima" yang menargetkan penduduk sipil dan meninggalkan Konvensi Jenewa.
"Mereka (Muslim) membenci segala hal tentang kamu (warga Amerika) dan tidak akan mau hidup berdampingan dengan kamu hingga kamu lenyap," ungkap Dooley dalam sebuah presentasi Juli 2011 lalu, seperti dilaporkan AP.
Dooley juga memprovokasi, teori perang yang ditetapkan dalam Konvensi Jenewa sudah tidak relevan dengan teori perang sesungguhnya. "Ini membuka opsi baru, di mana perang dengan penduduk sipil boleh dilakukan, jika diperlukan. Sebab, sudah ada sejarahnya seperti Tokyo, Hiroshima, dan Nagasaki," kata Dooley.
Skenario Amerika berikutnya adalah ingin menjadikan Saudi terancam kelaparan dan Islam. Meski awalnya menutup-nutupi pelatihan tersebut, Pentagon akhirnya menghentikan kursus tersebut. AP melaporkan, penghentian kursus tersebut diawali protes seorang perwira yang menilai materi kursus bertentangan dengan pernyataan pemimpin AS tahun lalu, yang mengatakan AS memerangi kelompok fundamentalis Islam, bukan memerangi ajaran Islam.
Pentagon pun memerintahkan penyidikan materi kursus militer tersebut. Akhirnya, para petugas termasuk instruktur kursus, Dooley diskor Pentagon. Tapi mereka tidak dipecat.
Sejatinya, pelatihan militer bagi perwira AS yang menargetkan umat Islam bukan kali ini saja. Tahun lalu terkuat, FBI menghentikan kursus militer serupa. Seperti kata pepatah, serapat-rapatnya bangkai ditutupi, akhirnya tercium juga. Meski Pentagon dan Gedung Putih berusaha menutup rapat niat jahat tersebut, rencana membumihanguskan kaum Muslimim yang ingin hidup di dalam naungan syariat Islam dan menolak sistem yang coba diterapkan AS terungkap juga.
Sementara situs eramuslim.com mengabarkan bahwa sebuah kelompok advokasi Muslim AS terkemuka menyerukan kepada Departemen Pertahanan (DoD) untuk memberhentikan instruktur yang mengajar para perwira, bahwa hanya "perang total" terhadap Islam yang akan melindungi Amerika, sembari mengecam adanya ajaran untuk penggunaan taktik ala "Hiroshima" untuk melenyapkan kota-kota suci umat Islam Makkah dan Madinah.
"Sangat penting bahwa mereka yang mengajar para pemimpin masa depan militer kita untuk berperang bukan hanya pada musuh teroris, tetapi pada ajaran Islam itu sendiri mereka juga harus bertanggung jawab," kata Nihad Awad, Direktur Eksekutif Nasional dari Council on American-Islamic Relations (CAIR ), menulis dalam sebuah surat kepada Menteri Pertahanan Leon Panetta.
"Informasi ini sangat mengejutkan dan benar-benar tidak sejalan dengan nilai-nilai lama dari salah satu lembaga negara kita yang paling dihormati," ujar Nihad.
CAIR telah memperbaharui kekhawatiran mereka setelah majalah Wired mengungkapkan rincian bahwa program DoD bagi para pemimpin militer AS di masa depan ditangguhkan.
Pentagon menunda program pelatihan setelah bahan studi pelatihan diposting secara online yang menyarankan bahwa Makkah dan Madinah mungkin harus dilenyapkan.
"Kami sekarang mulai memahami bahwa tidak ada yang namanya 'Islam moderat'," kata laporan Wired.
"Oleh karena itu waktu bagi Amerika Serikat untuk membuat hal ini menjadi jelas. Ideologi barbar ini tidak bisa lagi ditoleransi. Islam harus berubah atau kita akan memfasilitasi kehancuran diri mereka sendiri."
Kursus militer untuk para perwira ini juga mendesak penggunaan taktik "Hiroshima" yang menargetkan penduduk sipil dan meninggalkan Konvensi Jenewa.
Materi kursus menyarankan untuk menerapkan taktik "Hiroshima, Nagasaki" ke kota-kota suci Islam, khususnya Makkah dan Madinah dalam kehancuran, menambahkan bahwa Konvensi Jenewa mungkin tidak lagi relevan untuk masalah ini.
Editor: Safrizal
AS Cemas Risiko Koalisi Baru Israel Setujui Serangan ke Iran Segera
Posted by HIMIPOL UNIMAL on
| F-15, pesawat tempur Israel |
Kesepakatan politik yang terjadi di parlemen Israel, awal pekan ini, menimbulkan keprihatinan baru bagi AS. Koalisi pemerintahan baru diramalkan kian membuka serangan terhadap Iran.
The Times Of Israel melaporkan bahwa stasiun berita TV lokal menyiarkan berita bahwa pejabat Washington tengah melakukan pembahasan maraton seputar keprihatinan bahwa Israel akan menyerang Iran sebelum pemilu AS pada November.
Sumber Washington yang tak ingin diungkap namanya, mengatakan kepada Channel 10 bahwa kecemasan atas bergabungnya Kadima dalam Koalisi kian memperkuat dukungan melakukan serangan pencegahan dengan tujuan menghentikan kegiatan nuklir Iran. Kecemasan itu terkait kemungkinan besar pimpinan Kadima, Shaul Mofaz menyetujui serangan semacam itu.
Laporan juga menambahkan bahwa pejabat AS meyakini pemilu Israel yang digelar lebih awal bisa menahan F-15 untuk tetap diparkir di hanggar pesawat pinggir pantai. Namun kecemasan murni didorong situasi dukungan politik di Israel, hanya sedikit kemungkinan untuk menghentikan Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu memerintahkan gempuran.
Pada dasarnya AS berpikir pemilu Israel yang digelar September akan menghambat kemungkinan serangan. Tapi kini spekulasi itu mulai surut. Media Israel, Arut Sheva juga menguatkan indikasi lewat kutipan Menteri Pertahanan Israel yang mengingatkan, "Sepanjang Iran masih memiliki ancaman terhadap Israel dengan program nuklirnya, semua opsi bisa dipilih."
Menanggapi situasi itu, Presiden AS, Barack Obama, berkomentar, "Saya meyakini situasi ini dipahami dengan baik oleh Washington DC, begitu juga di Yerusalem selama keberadaan ancaman terhadap rakyat kita ada, maka semua pilihan untuk mencegah Iran untuk mencapai tingkat senjata nuklir tetap terbuka,"
"(Namun) saya juga memiliki cukup pengalaman bahwa tujuan nuklir untuk militer tidaklah mudah," imbuh Barak. "Prosesnya sangat rumit dan memiliki risiko tertentu. Namun Republik Islam radikal, Iran, dengan senjata nuklir, jauh lebih berbahaya bagi kawasan dan juga dunia.:
Arut Sheva dalam laporannya menyebut ucapan Presiden Obama menunjukkan posisinya kian melunak terhadap kegiatan pengayaan uranium Iran
Keterbukaan Obama untuk membolehkan Iran mengayakan uranium hingga lima presen, mendapat penentangan keras dari Netanyahu. Pada April lalu pemimpin Israel itu menyatakan. "Mereka harus menghentikan total semua pengayaan, meski hanya tiga persen uranium."
Sumber: www.republika.co.id
Ulang Tahun Osama Bin Laden, Calon Pembom Bunuh Diri Pasang Bom Pakaian
Posted by HIMIPOL UNIMAL on Selasa, 08 Mei 2012
Sebuah tim ahli FBI memeriksa bom canggih Al Qaeda untuk mencari tahu apakah itu bisa tergelincir keamanan bandara dan dibawa turun pesawat komersial, kata para pejabat AS.
Bom itu disita setelah CIA membongkar plot teror oleh Al Qaeda di Jazirah Arab untuk menghancurkan sebuah pesawat tujuan AS menggunakan bom di sekitar pakaian dalam peringatan satu tahun pembunuhan Usamah bin Laden.
Plot ini melibatkan upgrade dari bom pakaian yang gagal untuk meledakkan naik sebuah pesawat jet di Detroit pada Natal 2009. Bom baru ini juga dirancang untuk digunakan dalam pakaian penumpang, tapi kali ini Al Qaeda mengembangkan sistem ledakan lebih halus, pejabat AS mengatakan kepada Associated Press.
"Eksploitasi awal menunjukkan bahwa perangkat ini sangat mirip dengan IED yang telah digunakan sebelumnya oleh Al Qaeda di Semenanjung Arab dalam serangan teroris percobaan, termasuk terhadap pesawat dan pembunuhan yang ditargetkan," kata FBI dalam sebuah pernyataan tertulis. "FBI saat ini memiliki kepemilikan IED dan sedang melakukan teknis dan analisis forensik di atasnya."
Para pejabat mengatakan alat ini tidak mengandung logam, yang berarti mungkin bisa melewati detektor logam bandara. Namun, tidak jelas apakah scanner tubuh baru yang digunakan dalam banyak bandara akan mendeteksinya.
Calon pembom bunuh diri, yang berbasis di Yaman, belum memilih target atau membeli tiket pesawatnya ketika CIA masuk dan menyita bom, kata para pejabat. Ini tidak jelas apa yang terjadi dengan pembom dugaan.
Seorang pejabat AS mengatakan kepada Fox News bahwa Al Qaeda di Semenanjung Arab, atau AQAP, tetap "berkomitmen untuk target mencolok di Yaman, Arab Saudi, Tanah Air, dan Eropa. Dan AQAP mungkin merasakan tekanan untuk melakukan serangan yang sukses, dari mereka perspektif, membalas kematian bin Laden dan Awlaki. "
Sebuah tim SEAL Angkatan Laut AS tewas bin Laden dalam serangan Mei lalu di kompleks di Pakistan. Anwar al-Awlaki, seorang bersembunyi kelahiran Amerika ulama di Yaman, tewas oleh serangan pesawat tak berawak AS di bulan September.
Al-Awlaki erat dengan AQAP dan menjadi inspirasi bagi beberapa serangan terhadap sasaran-sasaran Amerika, termasuk serangan Hari Natal bom pakaian yang gagal pada tahun 2009.
"Ini adalah penilaian kita bahwa ancaman dari AQAP tumbuh karena keuntungan teritorial kelompok dilakukan selama kebuntuan politik di Yaman yang berlangsung dari awal 2011 sampai bulan Februari lalu," kata pejabat AS Fox News "Mereka keuntungan teritorial telah memungkinkan. kelompok untuk mendirikan kamp-kamp pelatihan tambahan."
Dalam konferensi pers di Pentagon dengan Menteri Cina Pertahanan Nasional, Jenderal Liang Guanglie, Menteri Pertahanan Leon Panetta mengatakan Amerika Serikat harus "terus tetap waspada terhadap mereka yang akan berusaha untuk menyerang negara ini dan kami akan melakukan segala sesuatu yang diperlukan untuk menjaga Amerika aman. "
Operasi untuk menggagalkan plot bom terbaru dilipat bahkan sebagai Gedung Putih dan Departemen Keamanan Dalam Negeri meyakinkan publik Amerika bahwa mereka tahu tidak ada plot Al Qaeda terhadap AS sekitar ulang tahun kematian bin Laden.
"Kami tidak memiliki informasi kredibel bahwa organisasi teroris, termasuk Al Qaeda, yang merencanakan serangan di AS bertepatan dengan ulang tahun kematian bin Laden," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Jay Carney pada 26 April.
Namun Obama sedang penjelasan tentang plot pada April oleh penasihat kontraterorisme John Brennan, Deputi Juru Bicara NSC Caitlin Hayden.
"Sementara presiden diyakinkan bahwa alat ini tidak menimbulkan ancaman bagi masyarakat, dia memimpin Department of Homeland Security dan penegakan hukum dan badan intelijen untuk mengambil langkah apapun yang diperlukan untuk menjaga terhadap jenis serangan," katanya.
Senator Dianne Feinstein, D-California., Komite Intelijen Senat Ketua, mengatakan kepada Fox News, dia diberitahu tentang plot setengah jam sebelum go public.
Gedung Komite Keamanan Dalam Negeri Ketua Pete King, RN.Y., kata anggota parlemen hanya menyadari ancaman aliran tertentu, tetapi ia tidak tahu tentang ini.
"Beberapa hal sangat erat diadakan saya mengerti mengapa.," Katanya kepada Fox News. "Kau tidak akan mendengar saya mengeluh tentang hal itu."
AP mengatakan belajar tentang plot digagalkan pekan lalu, tapi setuju untuk Gedung Putih dan permintaan CIA untuk tidak menerbitkannya segera karena operasi intelijen sensitif masih berlangsung. Setelah pejabat mengatakan kekhawatiran itu disembuhkan, AP memutuskan untuk mengungkapkan plot Senin meskipun permintaan dari pemerintahan Obama untuk menunggu pengumuman resmi Selasa.
Para pejabat AS, yang diberi penjelasan singkat tentang operasi, bersikeras anonimitas untuk membahas kasus, yang AS telah secara resmi diakui sampai sekarang.
Tidak jelas siapa yang membangun bom, tetapi karena kecanggihan dan kesamaannya dengan bom Natal, pihak berwenang menduga itu adalah karya pembuat bom tuan Ibrahim Hassan al-Asiri. Al-Asiri dibangun bom pakaian pertama dan dua orang lain bahwa Al Qaeda dibangun ke cartridge printer dan dikirim ke Amerika Serikat pada pesawat kargo pada tahun 2010.
Kedua bom-bom menggunakan peledak industri kuat. Keduanya hampir berhasil.Sebuah sumber pemerintah juga mengatakan kepada Fox News bahwa aliran ancaman kedua, yang melibatkan bom tubuh pembedahan implan, sedang dipantau dari Timur Tengah.
Operasi terbaru adalah kemenangan intelijen untuk Amerika Serikat dan mengingatkan ambisi Al Qaeda, meskipun kematian pemimpin bin Laden dan senior yang lain. Karena ketidakstabilan pemerintah Yaman, cabang kelompok teroris di sana telah memperoleh wilayah dan kekuatan.
Namun seiring dengan keuntungan di sana juga sudah kerugian. Kelompok ini telah mengalami kemunduran yang signifikan sebagai CIA dan fokus militer AS lebih lanjut tentang Yaman. Pada hari Minggu, Fahd al-Quso, seorang Senior Al Qaeda, ditembak oleh rudal saat ia melangkah keluar dari kendaraannya bersama dengan operasi lain di provinsi Shabwa selatan Yaman.
Al-Quso, 37, berada di daftar FBI yang paling dicari, dengan hadiah $ 5 juta untuk informasi yang menghasilkan penangkapannya. Dia didakwa di AS untuk perannya dalam pemboman 2000 dari USS Cole di pelabuhan Aden, Yaman, di mana 17 pelaut Amerika tewas dan 39 terluka.
Al-Quso diyakini telah menggantikan Anwar al-Awlaki sebagai kepala kelompok operasi eksternal. Al-Awlaki tewas dalam serangan udara AS tahun lalu.
Fox News 'Catherine Herridge, Chad Pergram, John Brandt dan Associated Press memberikan kontribusi untuk laporan ini.
Sumber: www.foxnews.com
