Tampilkan postingan dengan label Diskusi. Tampilkan semua postingan

Mahasiswa Ilmu Politik Unimal Diskusi Dengan Dosen University of Helsinki

HIMIPOL UNIMAL - Mahasiswa Jurusan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh (Unimal) Provinsi Aceh hari ini 11 September 2012 berdiskusi dengan Ibu Maryana (dosen) dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Ekonomi University of Helsinki, Finlandia. Kedatangan Ibu Maryana ke Kampus Bukit Indah Unimal atas kerjasama antara dosen di University of Helsinki dan dosen di Unimal.

Diskusi tersebut di ikuti puluhan mahasiswa termasuk dosen, dalam diskusi tersebut Ibu Maryana menjelaskan sedikit banyaknya tentang sistem mengajar dan belajar di University of Finlandia, ternyata sistem kuliah yang di ajarkan oleh dosen di University of Helsinki sebagaimana disampaikan oleh Ibu Maryana tidak jauh berbeda dengan sistem mengajar dosen di Unimal, karna setiap mahasiswa diwajibkan mencari bahan kuliah sendiri yang kemudian dipresentasikan di ruang kelas.

Selain itu, Ibu Maryana juga mengatakan jika ada Mahasiswa Aceh yang berminat melanjutkan study S2 ke Universitas of Helsinki, maka terlebih dahulu mahasiswa memperhatikan silabusnya dulu antara universitas yang dituju dengan universitas tempat ia menyelesaikan S1.

Dalam kesempatan itu juga Ibu Maryana menambahkan wahwa Mahasiswa di Helsinki sudah lama mengenal Aceh dan bahkan ada hubungan khusus antara Aceh dan Finlandia, "saya pada tahun 2006 pernah ke Aceh dan tergabung dalam NGO children dengan tujuan membatu korban stunami Aceh" kata Ibu Maryana, saya bisa bahasa Indonesia tapi dengan logat Helsinki.

Safrizal (ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik - HIMIPOL UNIMAL) foto bersama Ibu Maryana

Suasana diskusi dengan Ibu Maryana (Dosen University of Finlandia)

Ibu Maryana sedang berdiskusi dengan dosen dan mahasiswa ilmu politik Unimal

Ibu Maryana menanggapi pertanyaan dari dosen Fakultas Ekonomi Unimal

Rahmad Firdaus dan Shela Amelia (mahasiswa ilmu politik Unimal) foto bersama Ibu Maryana

RCCC UI Diskusikan Kerusakan Rawa Tripa, Aceh

Tim Koalisi Penyelamat Rawa Tripa (TKPRT) dan Research Center for Climate Change Universitas Indonesia (RCCC UI), menyelenggarakan Diskusi Rawa Tripa pada Selasa (24/04). Diskusi yang dihadiri oleh para ahli dan pemerhati lingkungan ini bertempat di Ruang rapat 5 C Perpustakaan Pusat UI. Konversi hutan rawa gambut oleh beberapa perusahaan ‘nakal’, dampak konversi hutan pada ekosistem, dan masyarakat serta lingkungan menjadi topik utama diskusi.

Diskusi diawali dengan presentasi-presentasi mengenai kronologi perusakan yang terjadi, sejarah kehancuran Rawa Tripa, hingga UU mengenai Tata Ruang, Perkebunan dan Perijinan terkait perijinan perusahaan yang dianggap menyalahi aturan. Presentasi dibawakan oleh ahli yang berpengalaman di lapangan, salah satunya Ian Singleton (Direktur Sumatran Orangutan Conservation Program). Setelah presentasi mengenai fakta-fakta yang terjadi di hutan rawa gambut Tripa, dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dipimpin oleh aktivis WALHI Jakarta yakni Muhammad Teguh Surya.

Maraknya investasi pada perkebunan sawit mendorong beberapa perusahaan mencari lahan untuk penanaman sawit. Lokasi hutan rawa gambut Tripa menjadi salah satu target untuk penanaman kelapa sawit. Pembukaan hutan rawa gambut Tripa yang dilakukan oleh beberapa oknum perusahaan sawit membuat ekosistem sekitar rusak dan menimbulkan dampak negatif bagi satwa penghuni seperti orangutan. Tak hanya itu, pengeringan wilayah hutan rawa gambut Tripa yang dilakukan secara sengaja juga menjadikan warga sekitar kekurangan air bersih. Dapat disimpulkan bahwa pembukaan lahan oleh para perusahaan sawit di hutan rawa gambut Tripa telah menggangu ekosistem dan merusak habitat para satwa.

Lebel 2

Lebel....