Tampilkan postingan dengan label Pers. Tampilkan semua postingan

[Pernyataan HIMIPOL] Bendera Bintang Bulan Kembali Berkibar di Aceh

Sudah lama bendara berwana merah putih itam putih merah alias bintang bulan tidak berkibar di Aceh, akhirnya hari ini kembali berkibar di Kabupaten Aceh Aceh Jaya, dimana menjelang detik-detik pelantikan Bupati Aceh Jaya, Ir Azhar Abdurrahman/Tgk Maulidi, terlihat dua lembar  bendera berlambang Bulan Bintang tersebut berkibar d Gunung Madang, Desa Krueng No, Kecamatan Sampoiniet pada Senin (9/7/2012) pagi seperti di kabarkam media online serambinews.com.
 
Masih menurut pemberitaan serambinews.com bahwa aparat keamanan dari kepolisian setempat dilaporkan telah mengamankan barang bukti tersebut ke Mapolres Aceh Jaya.

"'Kita sudah amankan dua lembar bendera bulan bintang, setelah diturunkan oleh anggota kita di Sampoiniet tadi pagi sekitar pukul 07.00 WIB," kata Kapolres Aceh Jaya, AKBP Galih Sayudo kepada Serambinews.com.

Dengan adanya pengibaran bendera tersebut kita harapkan jangan sampai ada gangguan keamana di Aceh Jaya khususnya dan Provinsi Aceh pada umumnya karna sudah cukup kita merasakan hidup dalam tebir ketakutan dan kegelisahan akan kehidupan selama konflik Aceh, untuk itu kita himbau kepada masyarakat agar tidak terprovokasi dengan aksi yang dilakukan tersebut.

Oleh karena itu kita harapkan kepada pihak keamanan khususnya pihak kepolisian agar dapat mengungkapkan motif pengibaran bendera tersebut, kemungkinan besar ada orang-orang tertentu yang sengaja mencoba untuk memprovokasikan rakyat di tengah suasana damai yang sedang kita nikmati saat ini. [Safrizal-ketua HIMIPOL UNIMAL]

Editor: Safrizal
Sumber:  Serambinews.com

HIMIPOL UNIMAL Berduka Atas Jatuhnya Sukhoi

HIMIPOL UNIMAL - Keluarga Besar Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Malikussaleh (HIMIPOL UNIMAL) turut berduka citas atas jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak, Jawa Barat.

Pesawat baru Sukhoi Super Jet 100 Milik Perusahaan Rusia yang akan ditawarkan kepada perusahaan-perusahaan penerbangan Indonesia. Ternyata pada penerbangan perdananya, pesawat tersebut jatuh dengan wembawakan 50 penumpang SSJ 100 yang bersal dari 5 orang wartawan dan 45 orang penumpang sebagai undangan perdana untuk percobaan penerbangan Sukhoi di Indonesia.

Operasi pencarian telah dilakukan Badan Search and Rescue Nasional sejak pesawat hilang kemarin sore sekitar pukul 15.00 WIB. Titik koordinat sudah diketahui dan semua upaya dilakukan untuk mencapai lokasi kecelakaan guna mengevakuasi para korban.

Dari dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah karena faktor cuaca. Kawasan sekitar Gunung Salak cuacanya sering berubah cepat. Ketika cuaca memburuk, maka kondisinya sangat menyulitkan bagi penerbangan.

Kita, manusia, memang tidak bisa melawan takdir. Ketika suratan takdir sudah dituliskan, maka tidak ada seorang pun yang bisa menghindar. Itu sudah merupakan hak Yang Maha Kuasa dan Ia sudah menetapkan takdir dari setiap kita.

Kita tentunya ikut berduka atas musibah yang dialami para penumpang SSJ 100. Semua pihak sangat terpukul oleh kejadian yang mengenaskan ini.

Sementara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah memerintahkan dilakukan operasi pencarian semaksimal mungkin. Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev sudah meminta dilakukan penyelidikan yang mendalam atas kasus ini.

Semua pihak tentunya harus belajar dari pengalaman pahit ini. Musibah yang terjadi harus membuat kita mampu mengambil hikmah. Hanya dengan itulah maka kita akan mampu menapaki kehidupan yang lebih berarti.

Informasi jatuhnya pesawat Sukhoi dari berbagai sumber